Sean Gelael. (sumber: Istimewa)
Hasil ini diperoleh Sean, setelah dua minggu berturut-turut bertanding di F3 Inggris, di mana ia berhasil dua kali naik podium di posisi ketiga. Hal ini memperlihatkan, dengan semakin banyaknya waktu Sean berada di lintasan dan juga di dalam kendaraan, dirinya mampu bertarung di level yang semakin tinggi di kejuaraan Eropa.
Di race pertama, Sean start dari posisi 22, hingga di akhir lomba bersaing ketat dengan pembalap Inggris, Richard Goddard, untuk akhirnya menempati posisi 20. Di race kedua, walaupun nyaris mengalami kecelakaan, Sean mampu finish di posisi 18.
"Saya bersama dengan tim Double R Racing selalu melakukan perbaikan dari waktu ke waktu. Pada awalnya, tim kami belum mempunyai settingan terbaik untuk Sirkuit Nurburgring. Tetapi secara bertahap hal ini dapat diatasi, dan akhirnya mobil berada dalam kondisi prima pada saat race terakhir," kata Sean, melalui rilis yang diterima wartawan, Senin (19/8).
"Di race kedua, balapan berjalan dengan baik. Saya berhasil melewati Dennis van de Laar. Tetapi kemudian, keluar dari salah satu tikungan, pebalap Lucas Wolf dan Roy Nissany bertabrakan di depan saya. Beruntung saya dapat menghindari mereka dan melanjutkan balapan," tambah Sean.
Disebutkan lagi, pada race ketiga, lap pertama, beberapa pembalap saling bertabarakan dan harus terhenti. Di antaranya adalah pebalap Jordan King, Sven Muller, Alexander Sims dan Richard Goodard. Akibatnya, panitia pertandingan pun harus memasukan safety car ke lintasan.
Sean sendiri dilaporkan berhasil menempatkan kendaraannya di posisi yang tepat, sehingga dapat terhindar dari kecelakaan ini. Sean berhasil secara menakjubkan naik 12 posisi, dari start di posisi 23 ke posisi 11.
Sean memanfaatkan kesempatan ini untuk melaju dengan kecepatan tinggi, guna mendapatkan waktu putaran yang baik. Tetapi, pebalap Jann Mardenborough dan Felix Serralles berhasil kembali mendahului Sean. Walaupun harus turun ke posisi 13, Sean akhirnya mampu tetap tenang dan berkonsentrasi dalam mengemudikan kendaraannya, sehingga tak ada lagi pebalap yang berhasil melewatinya.
"Saya langsung melaju menuju tengah-tengah lintasan di tikungan pertama. Walaupun ada banyak kendaraan bertabrakan di sekitar saya, saya tetap dapat melewatinya, dan itu sangat bagus. Saya berjuang keras, dan berhasil menduduki posisi 11. Walaupun akhirnya finish 13, tetapi ini adalah hasil terbaik bagi saya," tambahnya.
Setelah menjalani beberapa balapan terus-menerus selama beberapa minggu, kini Sean akan kembali pulang ke Indonesia, sebelum bertolak lagi ke Eropa untuk melakukan tes di Sirkuit Hockenheim pada awal September mendatang. Diharapkan, latihan tersebut dapat memberikan tambahan pengalaman bagi Sean, sebelum kembali bertarung di Nurburgring dalam seri keempat sekaligus seri terakhir kejuaraan F3 Inggris.
Seri ini akan diadakan pada 20-22 September mendatang, di mana Sean akan berusaha memperbaiki posisinya di klasemen sementara saat ini.